Dampak positif
dan Negatif Penggunaan Televisi
Televisi adalah alat komunikasi satu arah jarak jauh
yang berupa alat elektronik yang menampilkan suara dan gambar atau audio
visual. Semakin banyaknya stasiun televisi swasta yang bermunculan, menimbulkan
masalah tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Anak cenderung lebih
memilih menonton tayangan televisi, dari pada membaca atau belajar. Selain itu televisi dapat juga
disebut sebagai sebuah keajaiban dalam dunia walaupun hanya berbentuk sebuah kotak
elektronik yang sederhana, tetapi mampu memberikan informasi dengan gambar yang
hidup, menarik dan bergerak. Dengan semua hal ini sebagian besar pemirsa
menganggap bahwa informasi yang ditayangkan di televisi adalah benar. Sehingga
mereka memutuskan bahwa televisi merupakan satu-satunya sumber dan pusat informasi
yang benar, baik dan akurat, bahkan televisi dianggap sebagai guru yang wajib
ditiru dan diikuti, alat yang paling efisien dan efektif untuk mengenal,
mempelajari dan mendapatkan berbagai hal dalam hidup.
Program acara yang disajikan televisi, sangat
mempengaruhi sikap penontonnya setelah atau pada waktu melihat tayangan
televisi tersebut. Banyak fakta yang kita jumpai dari informasi yang
disampaikan televisi, baik fakta positif maupun fakta negatif. Sehingga hal ini
baik secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi akhlak penontonnya
ke arah positif atau ke arah negatif, sehingga ada dua pengaruh atau dampak
tayangan televisi terhadap akhlak anak, yaitu:
1.Dampak
Positif
- · Sebagai pemirsa kita akan memperoleh suatu berita dengan lebih pantas
Contohnya : Berita pengeboman WTC dan
peperangan di Iraq, walaupun berada di negara berbeda, Namun maklumat dan
informasi dapat dengan jelas dan pantas untuk disalurkan melalui televisi. Hal
ini akan menyebabkan masyarakat lebih peka terhadap isu-isu semata.
- · Mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan,yang dapat menghilangkan stress karena banyaknya masalah kehidupan.
Contohnya:
Acara Opera van java, Indonesia lawak
Klub(ILK), Ini Talkshow dan masih banyak lagi, yang dari kesemuanya mempunyai
tujuan untuk menghibur pemirsa yang ada dirumah, untuk sedikit menghilangkan
stress karena banyaknya masalah kehidupan.
- · Menambah pengetahuan
Contohnya:
Acara memasak yang ada di televisi, dari acara itu mempunyai tujuan untuk
memberitahukan kepada pemirsa bagaimana cara memasak yang baik dan benar, dan
bagi pemirsa yang belum pernah memasak makanan yang sedang ditayangkan jadi
mengetahui cara membuat makanan tersebut
- · Lahan info baik pendidikan, kebudayaan, dll
Contohnya: Acara seperti sambang sedulur di
salah satu stasiun televisi ,yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya yang
ada di daerah tersebut agar masyarakat atau pemirsa tahu kebudayaan di beberapa
daerah terutama Jawa Tengah.
2.Dampak
Negatif
Tayangan televisi tidak hanya
memberikan pengaruh yang positif saja, tetapi acara televisi lebih banyak
memberikan pengaruh yang negatif kepada sikap para pemirsanya setelah atau pada
waktu melihat tayangan televisi, sehingga akan mempengaruhi akhlak penonton ke
arah negatif. Adapun pengaruhnya tayangan televisi yang bersifat negatif
sebagai berikut:
- Tayangan televisi dapat mempengaruhi anak untuk
bermalas-malasan. Sering menonton televisi menjadikan anak akan melalaikan
tugas dan kewajibannya.
- Sering menonton televisi akan mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar anak, karena enggan belajar dan konsentrasi terpecah
- Banyak acara ditelevisi yang memberitakan tentang adegan kekerasan yang tidak patut di tonton oleh anak-anak.
- Pengaruh
budaya luar yang tidak sesuai dengan norma Pancasila mudah sekali masuk ke
pikiran anak-anak· Menampilkan suatu aksi pornografi
- Semakin seringnya menonton acara televisi yang tidak mendidik, baik kekerasan, sikap kasar, memaki, curang, dan sikap buruk lainnya, akan secara tidak langsung dan tidak sadar mendidik anak untuk berbuat seperti tersebut di atas, sehingga untuk melakukan hal tersebut, anak merasa bahwa hal tersebut adalah hal biasa yang tidak salah.Contohnya: Sinetron Si Boy Anak Jalanan, Mungkin bagi anak remaja itu suatu tayangan yang biasa ,tetapi bagi anak-anak itu sudah tidak mendidik seperti ada perkelahian, sikap kasar , dll yang secara tidak langsung tayangan ini akan membuat anak untuk berbuat seperti tayangan di atas ,sehingga anak akan merasa bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa yang tidak salah· Musik yang ditayangkan di televisi tidak sesuai dengan umur yang mengakibatkan efek negatif dari anak-anak yang masih dibawah umur.· Media massa zaman sekarang bisa”diatur” penyiaran.Contohnya: Di era globalisasi ini banyak sekali orang yang “menghalalkan” segala cara. Jadi media massa yang seharusnya menjadi wadah untuk memyampaikan berita malah menjadi “tertular”. Banyak sekarang beberapa stasiun TV mempropagandakan suatu pesan untuk mendukung tokoh tertentu. Seperti Iklan Partai Nasdem terdapat di stasiun Metro TV, RCTI, Trans TV, Trans 7. Seharusnya seorang yang bergelut dibidang pers itu bersifat netral. Mengapa netral?Karena mereka adalah jembatan yang menghubungkan komunikator dengan komunikan. Dengan adanya sifat berpihak tersebut membuat berita yang disampaikan dari komunikator ke komunikan menjadi tidak murni lagi. Isi dari pemberitaan terkesan sudah di manipulasi sehingga berita yang tersebar seakan-akan berita benar dan aktual padahal kenyataannya berita itu palsu.



