Sabtu, 15 April 2017

Dampak positif dan Negatif Penggunaan Televisi

Dampak  positif dan Negatif Penggunaan Televisi





Televisi adalah alat komunikasi satu arah jarak jauh yang berupa alat elektronik yang menampilkan suara dan gambar atau audio visual. Semakin banyaknya stasiun televisi swasta yang bermunculan, menimbulkan masalah tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Anak cenderung lebih memilih menonton tayangan televisi, dari pada membaca  atau belajar. Selain itu televisi dapat juga disebut sebagai sebuah keajaiban dalam dunia walaupun hanya berbentuk sebuah kotak elektronik yang sederhana, tetapi mampu memberikan informasi dengan gambar yang hidup, menarik dan bergerak. Dengan semua hal ini sebagian besar pemirsa menganggap bahwa informasi yang ditayangkan di televisi adalah benar. Sehingga mereka memutuskan bahwa televisi merupakan satu-satunya sumber dan pusat informasi yang benar, baik dan akurat, bahkan televisi dianggap sebagai guru yang wajib ditiru dan diikuti, alat yang paling efisien dan efektif untuk mengenal, mempelajari dan mendapatkan berbagai hal dalam hidup.
Program acara yang disajikan televisi, sangat mempengaruhi sikap penontonnya setelah atau pada waktu melihat tayangan televisi tersebut. Banyak fakta yang kita jumpai dari informasi yang disampaikan televisi, baik fakta positif maupun fakta negatif. Sehingga hal ini baik secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi akhlak penontonnya ke arah positif atau ke arah negatif, sehingga ada dua pengaruh atau dampak tayangan televisi terhadap akhlak anak, yaitu:
1.Dampak Positif
  • ·         Sebagai pemirsa kita akan memperoleh suatu berita dengan lebih pantas

Contohnya : Berita pengeboman WTC dan peperangan di Iraq, walaupun berada di negara berbeda, Namun maklumat dan informasi dapat dengan jelas dan pantas untuk disalurkan melalui televisi. Hal ini akan menyebabkan masyarakat lebih peka terhadap isu-isu semata.
  • ·    Mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan,yang dapat menghilangkan stress karena banyaknya masalah kehidupan.

Contohnya: Acara Opera van java, Indonesia  lawak Klub(ILK), Ini Talkshow dan masih banyak lagi, yang dari kesemuanya mempunyai tujuan untuk menghibur pemirsa yang ada dirumah, untuk sedikit menghilangkan stress karena banyaknya masalah kehidupan.


  • ·         Menambah pengetahuan

Contohnya: Acara memasak yang ada di televisi, dari acara itu mempunyai tujuan untuk memberitahukan kepada pemirsa bagaimana cara memasak yang baik dan benar, dan bagi pemirsa yang belum pernah memasak makanan yang sedang ditayangkan jadi mengetahui cara membuat makanan tersebut

  • ·         Lahan info baik pendidikan, kebudayaan, dll

Contohnya: Acara seperti sambang sedulur di salah satu stasiun televisi ,yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya yang ada di daerah tersebut agar masyarakat atau pemirsa tahu kebudayaan di beberapa daerah terutama Jawa Tengah.

2.Dampak Negatif
Tayangan televisi tidak hanya memberikan pengaruh yang positif saja, tetapi acara televisi lebih banyak memberikan pengaruh yang negatif kepada sikap para pemirsanya setelah atau pada waktu melihat tayangan televisi, sehingga akan mempengaruhi akhlak penonton ke arah negatif. Adapun pengaruhnya tayangan televisi yang bersifat negatif sebagai berikut:
  • Tayangan televisi dapat mempengaruhi anak untuk bermalas-malasan. Sering menonton televisi menjadikan anak akan melalaikan tugas dan kewajibannya.
  •  Sering menonton televisi akan mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar anak, karena enggan belajar dan konsentrasi terpecah
  •  Banyak acara ditelevisi yang memberitakan tentang adegan kekerasan yang tidak patut di tonton oleh anak-anak.




  • Pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan norma Pancasila mudah sekali masuk ke pikiran anak-anak
      ·   Menampilkan suatu aksi pornografi  
  •     Semakin seringnya menonton acara televisi yang tidak mendidik, baik kekerasan, sikap kasar, memaki, curang, dan sikap buruk lainnya, akan secara tidak langsung dan tidak sadar mendidik anak untuk berbuat seperti tersebut di atas, sehingga untuk melakukan hal tersebut, anak merasa bahwa hal tersebut adalah hal biasa yang tidak salah.Contohnya: Sinetron Si Boy Anak Jalanan, Mungkin bagi anak remaja itu suatu tayangan yang biasa ,tetapi bagi anak-anak itu sudah tidak mendidik  seperti ada perkelahian,  sikap kasar , dll  yang secara tidak langsung tayangan ini akan membuat anak untuk berbuat seperti tayangan di atas ,sehingga  anak akan merasa bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa yang tidak salah
    ·      Musik yang ditayangkan di televisi  tidak sesuai  dengan umur yang mengakibatkan efek negatif dari anak-anak yang masih dibawah umur.
    ·      Media massa zaman sekarang bisa”diatur” penyiaran.Contohnya: Di era globalisasi ini banyak sekali orang yang “menghalalkan” segala cara. Jadi media massa yang seharusnya menjadi wadah untuk memyampaikan berita malah menjadi “tertular”. Banyak sekarang beberapa stasiun TV mempropagandakan suatu pesan untuk mendukung tokoh tertentu. Seperti Iklan Partai Nasdem terdapat di stasiun Metro TV, RCTI, Trans TV, Trans 7. Seharusnya seorang yang bergelut dibidang pers itu bersifat netral. Mengapa netral?Karena mereka adalah jembatan yang menghubungkan komunikator dengan komunikan. Dengan adanya sifat berpihak tersebut membuat berita yang disampaikan dari komunikator ke komunikan menjadi tidak murni lagi. Isi dari pemberitaan terkesan sudah di manipulasi sehingga berita yang tersebar seakan-akan berita benar dan aktual padahal kenyataannya berita itu palsu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar